Setan Merah Melempem di Bursa Transfer, Adakah Harapan? - Dya Ragil

Breaking

10 Agustus 2019

Setan Merah Melempem di Bursa Transfer, Adakah Harapan?




Liga Premier Inggris akan memulai laga perdana hari ini, tanggal 10 Agustus. Tepat dua hari sebelumnya, bursa transfer sudah ditutup. Setelah musim 2018 yang kacau, Manchester United yang sudah melepaskan beberapa pemain, tentu ingin membawa masuk banyak pemain baru agar bisa merombak skuad. Sayangnya, setelah jor-joran mengeluarkan dana sekitar 143 juta poundsterling, hanya tiga pemain yang berhasil mereka dapatkan, yaitu Daniel James, Aarron Wan-Bissaka, dan Harry Maguire.

Sebenarnya kalau mau adil, saya pun tidak bisa menyalahkan manajemen Setan Merah sepenuhnya. Ed Woodward memang terkenal mediocre dalam penanganan bursa transfer. Semua fans Manchester United pasti tahu itu, mengingat kampanye untuk menyingkirkan Woodward dan Keluarga Glazer (pemilik MU) sedang sangat gencar digaungkan di mana-mana oleh fans.

Meskipun begitu, semua kekacauan di bursa transfer tahun ini juga tidak bisa lepas dari pengaruh berantakannya skuad MU musim lalu. Setiap tim yang mendengar kabar bahwa MU berminat pada pemain mereka, ramai-ramai menaikkan harga para pemain hingga setinggi langit, dengan pintarnya memanfaatkan kondisi MU yang ingin berbenah total.

Belum lagi, kegagalan masuk ke Liga Champion musim ini pun membuat pemain-pemain yang diminati MU menjadi mundur teratur. Bagaimanapun juga, prestis Liga Champion memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Jarang ada para pemain top yang haus prestasi akan sudi pindah ke tim yang tidak bertanding di Liga Champion.

Sampai detik ini, saya masih kesal kenapa manajemen MU memilih melepaskan Ander Herrera begitu saja tanpa rencana untuk mencari pelapisnya. Juga menjual Romelu Lukaku dan gagal total mendapatkan striker baru. Namun, nasi sudah menjadi bubur.

Sisi baiknya, para pemain dari akademi MU akan dipaksa masuk ke tim utama. Sepanjang laga pramusim, para anak akademi itu cukup bersinar dalam enam pertandingan yang kesemuanya dilakoni MU tanpa kekalahan.

Hal itu mengingatkan saya pada lulusan akademi MU angkatan ’92. Saya tidak bilang bahwa skill anak akademi MU sekarang setara dengan kemampuan angkatan ’92. Tentu saja tidak. Angkatan ’92 adalah legenda hidup MU. Sangat jauh jika harus membandingkan para legenda itu dengan anak akademi yang belum benar-benar membuktikan apa pun. Namun, tidak ada salahnya untuk berharap yang terbaik dan bersiap untuk yang terburuk, kan?

Saya harap hal pertamalah yang akan terjadi. Dengan melempemnya Setan Merah di bursa transfer 2019, saya harap kesialan itu bisa memberikan dampak positif juga, yaitu bersinarnya para anak akademi Manchester United. Sekali lagi.


Salam,

Dari seorang fans Manchester United yang belum kehilangan harapan.
Forever and always, GGMU.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar