Tentang Dya Ragil


DYA RAGIL tak pernah punya bayangan sama sekali untuk menjadi penulis. Sejak kecil, cita-citanya menjadi komikus. Dia suka merancang cerita dam akhirnya dijadikan komik. Hal itu tidak benar-benar terealisasi karena baginya hasil komik yang dia buat selalu berantakan. Sejak itu, dia rajin menenggelamkan diri di perpustakaan SMA demi membaca novel, cerpen, dan puisi.

Sebenarnya Dya tidak punya keinginan menulis apa pun. Namun sejak mengenal situs online kemudian.com untuk membaca gratis karya-karya yang ada di sana, keinginan menulis itu mulai terbit. Awalnya dia hanya menulis puisi dan cerpen, tapi sejak membaca “Harry Potter” karya J.K. Rowling, dia iseng menulis cerita yang lebih panjang—meski tak pernah selesai. Dia pun mulai berani memublikasikan ceritanya di situs tersebut. Lantas dia bergabung dengan grup berisi para penulis fantasi yang berada di situs tersebut: Le Chateau de Phantasm (LCDP). Dya mulai banyak berdiskusi dan akhirnya jatuh cinta pada dunia kepenulisan.

Cerpen pertamanya yang terbit secara indie adalah sebuah cerpen roman-fantasi berjudul “Sang Penjaga”, salah satu kontributor dari kumpulan cerpen “Love Around You” (2013) oleh komunitas House of Romance—salah satu komunitas yang terlahir dari situs Kemudian. Melihat karyanya ternyata bisa diterbitkan dalam bentuk buku, Dya mulai serius menekuni dunia kepenulisan. Dia pun tertarik mengikuti beberapa lomba novel dari banyak penerbit, tapi tak satu pun selesai tepat waktu. Pertama kali novelnya berhasil selesai dan dikirimkan adalah saat dia mengikuti lomba YARN (Young Adult Realistic Novel) dari Ice Cube Publisher. Awalnya Dya hanya ingin naskahnya dibaca dan diberi masukan oleh editor, tapi ternyata naskah tersebut diputuskan untuk diterbitkan dengan judul “Sebelas” (2015). Sejak saat itu, dia pun tak bisa berhenti menulis.

Dya mulai aktif memasukkan ceritanya ke situs Gramedia Writing Project. Novel “Starlight” (2016) menjadi yang pertama terpilih untuk diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama melalui laman GWP pada akhir April 2016. Lalu, pada Desember 2017, novel ketiganya yang berjudul "Raindrops Serenade" pun terbit, juga melalui laman GWP.

2 komentar:

  1. Salam kenal.
    Mari menulis..
    Mari meninggalkan sesuatu untuk bisa dikenang.. Sesuatu yang bermanfaat.

    Salah satu hakikat hidup menurutku adalah proses meruang. Menulis, kan melengkapi proses meruang kita. Membuat kita bisa merasakan hidup..

    BalasHapus
  2. Salam kenal juga.... :D
    Yup, bener, saya juga setuju :D

    BalasHapus