23 April 2015

, ,

[Novel] Behind the Scene: Sebelas

Hari ini saya cukup senang dengan beberapa pencapaian yang sebelumnya nggak pernah terpikirkan sama sekali. Meskipun Tugas Akhir kemajuannya lambat, tapi nggak berhenti. Semoga validasi bisa beres di akhir bulan ini.

Hal kedua, tentang novel debut yang sudah naik cetak. Sudah lama banget saya ingin menerbitkan novel bertema sepak bola. Mungkin hidden desire sih, karena segila apa pun saya sama sepak bola, saya bukan tipe yang jago olahraga, nilai ujian akhir olahraga saya aja cuma 7, itu nilai standar banget. Nendang bola sih bisa, tapi untuk teknik yang macam-macam, saya nol besar. So, ingin aja bikin karakter cewek yang jago sepak bola, yang kemudian terwujud di novel ini. Judulnya "Sebelas", insya Allah akan terbit di awal Mei :3

Oh iya, link goodreads-nya klik di sini.


Sedikit saya ceritakan behind the scene nya. Awalnya ini naskah gagal yang pernah saya lempar ke salah satu lomba menulis dari salah satu penerbit major entah kapan tahun yang saya mana ingat sih. Saat itu, gaya menulis saya masih berantakan dan EyD pun belepotan. Kesalahan fatal saya waktu itu adalah mengirim sinopsis yang bentuknya sama persis seperti blurb (sinopsis yang biasa ada di cover belakang novel). Ya iyalah sejak awal naskah itu langsung disingkirkan hahaha :)))

Maka, naskah itu pun saya kulkaskan untuk waktu yang lama banget. Kalau bukan karena lomba YARN (Young Adult Realistic Novel) yang diadakan oleh Ice Cube Publisher, mungkin naskah itu akan terlupakan.

Awalnya saya nggak peduli sama lomba-lomba yang belakangan diadakan sama penerbit-penerbit besar. Tapi semuanya berubah sejak negara api--maksud saya, sejak pengumuman YARN nyebut-nyebut soal tema sport. Alhasil, runtuhlah pertahanan saya. Saya pun mengobrak-abrik data lama dan menemukan naskah gagal tadi. Saya susun ulang plot, mengganti nama-nama karakter, merancang karakterisasi karena saya sudah agak lupa karakterisasi para tokoh, lalu rewrite, nulis ulang dari ide dasar yang sedikit saya ubah. Well, naskah itu selesai tepat sehari sebelum deadline. Saya langsung ngacir ke rental komputer buat nge-print, tapi karena suatu sebab, naskah harus menginap sehari di rental. Paginya langsung saya paketkan lewat kantor pos.

Mepet banget ya? Apa boleh buat sih, saya ini penganut the power of kepepet. Deadline membuat saya menggila hahaha :)))

Betapa untungnya, saya berjodoh dengan lomba YARN ini. Setelah melewati proses editing yang seru, naskah ini pun sebentar lagi akan menjelma menjadi bentuk buku. Apa ya? Rasanya seperti melihat anak sendiri tumbuh besar setelah dirawat dengan penuh perasaan. Untuk segala campur-aduk rasa itu, nggak terhitung banyaknya orang yang harus saya sampaikan terima kasih.

Bagaimanapun juga, hal baik ini bikin saya sadar kalau saya nggak akan bisa mundur dari dunia kepenulisan. Dunia yang terlalu indah buat ditinggalkan hanya gara-gara ketidakyakinan. Well, saya hanya harus percaya dan bersungguh-sungguh. Sama naskah sendiri, juga sama diri sendiri.

If you mean it, you can do it.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar