20 Agustus 2011

, ,

Fiksinfo #1 ~ Writer's Block

Sering saya berpikir bagaimana suatu ide cerita bisa begitu menjauh dari benak seseorang. Apakah karena jarang membaca karya orang lain? Apakah karena badmood? Apakah karena malas? Alasan setiap orang tentu berbeda. Tapi, lebih dari semua itu … salah satu alasan yang pasti akan membuat para penulis mengangguk setuju adalah suatu fenomena yang disebut writer’s block.

Saya termasuk salah satu yang sering sekali mengalaminya. Awalnya saya berkeyakinan bahwa webe (selanjutnya writer’s block akan saya sebut begitu untuk memudahkan) itu ada karena kemalasan saya. Tapi, setelah saya selidik diri saya sendiri, setelah saya selidik teman-teman saya yang juga para penulis, saya mendapat beberapa pandangan lain. Ada yang mengatakan bahwa malas adalah akibat webe. Malas dan webe berbeda. konteksnya berbeda. Ada juga yang bilang kalau saya kekurangan motivasi menulis, dan tujuan saya menulis rancu. Ada yang bilang kalau webe itu sesungguhnya hanyalah mitos yang kerap kali dijadikan kambing hitam oleh para penulis yang sedang macet ide. Apapun itu, di luar seluruh opini itu, saya sadar bahwa webe adalah sesuatu yang tak terhindarkan dalam dunia kepenulisan. Siapapun dia, baik penulis pemula maupun yang sudah jadi master pasti pernah mengalami suatu titik dimana menulis menjadi suatu kegiatan yang membuat frustasi. Semua hasil tulisan hanya jadi sampah yang menumpuk di PC. Ujung-ujungnya, kemalasan menulis menyerang. Tak jarang bisa menyebabkan stress dan depresi.

Lantas, bagaimana menyikapinya? Cara tiap orang tentu berbeda dalam menyikapi fenomena ini. Kalau saya sendiri sih yang pertama-tama saya lakukan adalah berhenti menulis. Tentu saja untuk sementara. Berhenti menulis untuk mengumpulkan energi di otak agar bisa merengkuh ide kembali. Intinya, kita perlu me-refresh atau bahkan me-restart benak kita agar virus-virus webe itu berkurang. Atau lebih ekstrimnya, install ulang bilik ide kita agar sampah-sampah itu enyah.

Ada juga beberapa cara yang sering saya lakukan untuk meraih inspirasi itu kembali:
1. Stop menulis, dan beralih membaca karya orang lain (apapun bentuknya)
2. Berganti kegiatan (kalau saya sih biasanya menggambar ^_^V )
3. Kembali ke dunia nyata (lakukan apapun selain mantengin komputer, bisa-bisa kepala tambah pening)
4. Ngegame, Ngenet, atau kegiatan lain yang menurut kita bisa merilekskan jiwa dan raga (halah, lebay >_> )
5. Nonton TV (siapa tahu ada ide datang saat nonton film, berita, atau bahkan iklan)
6. Tidur sejenak (jangan lebih dari 1 jam, nanti bangun-bangun badan malah pegel-pegel dan kepala pusing)
7. Menulis sesuatu yang lebih ringan, diary misalnya.

Yah, itu dulu saja deh….
Adakah yang ingin menambahi taktik yang lebih jitu dalam menghadapi serangan webe? ayo kita diskusikan…. ^_^
Share:

0 komentar:

Posting Komentar