30 Agustus 2011

, ,

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H


Ya Saudaraku, semoga di hari nan fitri ini kita dilimpahi oleh Allah Ta'ala segala rahmat, hidayah, serta inayah-Nya. Sehingga kita tidak lepas dan menjauh dari-Nya setelah Ramadhan berakhir. Ujian sebenarnya baru akan dimulai, Kawan.

Ramadhan hanyalah madrasah di mana kita berlatih menahan hawa nafsu. Ujian sebenarnya ada di sebelas bulan berikutnya. Dengan datangnya hari raya Idul Fitri ini, mari kita mantapkan hati kita. Mari kita perkuat iman dan semoga kita tetap pandai menjaga diri. Setelah hari raya Idul Fitri ini, syetan yang terkungkung akan dilepas kembali, segala atmosfer menenangkan dan penuh ukhuwah di bulan Ramadhan tak mustahil akan tercerabut kembali. Akan makin sulit untuk kita beribadah kepada-Nya karena keringanan selama bulan Ramadhan sewajarnya dicabut.

Mari kita senantiasa berdoa kepada Allah Ta'ala agar kita tak dijauhkan kembali. Agar kita tetap dekat kepada-Nya. Agar hidayah itu tak kabur lagi ke sana kemari. Dengan ini, semoga kita kembali dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan. Agar atmosfer yang begitu menyejukkan ini dapat kita temui lagi.

Waspadalah, Kawan ... kemaksiatan tercipta bukan hanya karena adanya kesempatan, melainkan juga karena adanya niat tidak baik dari pelakunya (jiah, copas quote Bang Napi *plak*). Jangan sampai kita meniatkan diri kita untuk mengurangi ibadah, hingga tidak sama lagi seperti saat kita masih menjumpai bulan Ramadhan.

Inilah hari kemenangan kita, setelah berhasil menahan hawa nafsu selama bulan Ramadhan. Namun, jangan terlalu terlena oleh kemenangan itu. Karena ujian yang sebenarnya sama sekali belum dimulai. Ini hanyalah kemenangan setelah berhasil melewati ujian persiapan. Sekali lagi, ini baru persiapan. Semoga di sebelas bulan berikutnya, kita tetap istiqomah mendekat kepada-Nya.

Barang siapa yang berpuasa Ramadhan (penuh) kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh. (HR. Muslim)

Share:

3 komentar: