20 Agustus 2011

Permohonan Terakhir

Apa yang kaulihat pada pertengahan pagi? Bilah-bilah cahaya itu menyusup mulus melewati gumpalan air di langit kelabu. Perlahan, meneteskan bebannya satu demi satu. Aku masih ingat bagaimana kau memberiku sebuah payung hitam dalam perjalanan pulangku. Apakah kau akan menyusulku?

Aku berjalan di tepi rangkaian besi tua yang menopang kereta berkecepatan tinggi selama puluhan tahun. Memandangnya pilu sambil terus berjalan sampai kutemui ujung buntu rel itu. Aku terhenti. Apakah aku juga akan bernasib sama? Dilewati begitu saja, lantas teronggok tak berdaya karena kautinggalkan?

Katakan padaku … apa kau akan mengejarku? Ataukah kau hanya akan berlalu pergi? Ini permohonan terakhirku. Pulanglah, Kak.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar