27 Agustus 2011

Menjelang Penghujung Ramadhan

Assalamu’alaykum Ukhti….

Semoga kita masih senantiasa istiqomah menjaga diri dan menjaga hati. Agar jangan terperosok kembali seperti yang mungkin terjadi di waktu yang sudah-sudah. Tentu ada saat di mana kita merasa sedang futur—jauh dari kasih sayang Allah dan hati yang dipenuhi kegalauan. Seperti mendung yang menahan cerahnya hari sampai pada pandangan kita. Seperti mendung yang melumuri bumi dengan kekelaman.

Karena itu yakinlah bahwa mendung itu akan disingkapkan oleh Allah Azza wa Jalla di saat yang tepat. Seperti ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Segala hal akan berubah indah pada waktunya. Jadi, janganlah cemas saat kegalauan hati tak tersingkir, doa tak kunjung terkabul, dan ujian tak berhenti menghampiri. Karena Allah tak pernah memberi cobaan di luar kemampuan kita. Entah berada di mana, pasti ada jalan. Allah tak pernah meninggalkan kita. Seringkali justru kita yang meninggalkan-Nya. Allah tak pernah memberi masalah tanpa solusi. Seringkali justru kita yang terlalu buta untuk bisa melihat solusi itu.


Semoga, di bulan penuh kemuliaan ini, kita semakin didekatkan kepada-Nya. Meski bulan mulia ini nyaris habis, jangan sampai kedekatan kita pada Yang Kuasa menurun di bulan-bulan berikutnya. Anggap saja bulan Ramadhan sebagai madrasah hati dan iman. Tentu bulan-bulan berikutnya adalah ujian sebenarnya. Mampukah iman kita sekuat saat bulan Ramadhan?

Ingatlah, di sebelas bulan yang lain, kita takkan mendapat keringanan seperti bulan Ramadhan. Tidak hanya para manusia yang tidak lagi memberi keringanan untuk beribadah maksimal, melainkan juga syaiton. Teguhkan hati, mantapkan diri. Semoga lailatul qadar menghampiri kita di akhir Ramadhan ini.

Semoga pula kita tak lupa untuk beribadah maksimal di sebelas bulan berikutnya. Selamat menunaikan ibadah puasa, Ukhti. Mari kita lengkapi ibadah kita hingga akhir Ramadhan nanti. Janganlah terlalu lena oleh persiapan lebaran. Lebaran memang penting, tapi janganlah lupa bahwa bulan Ramadhan belum berakhir. Tentu kita tak ingin kesempatan beribadah itu tercuri oleh kesibukan menjelang lebaran, bukan?

Ukhtiku yang baik, sebagian besar dari kita mungkin tak bisa menjalani ibadah puasa secara penuh. Tak apa. Meskipun tak bisa puasa, meskipun tak bisa sholat, kita masih diberi kemampuan untuk menunaikan ibadah lain, misalnya saja sedekah. Jadi, janganlah berputus asa. Jangan terlalu kecewa ataupun berpuas diri hanya karena menganggur. Kembalikan saja semuanya kepada-Nya.

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan yang dia bergembira dengannya: ketika berbuka, dia bergembira dengan bukanya dan ketika berjumpa Rabb-nya, dia bergembira dengan puasanya."
 (HR. Muttafaq 'alaih)

Ah, cukuplah itu untuk kesempatan kali ini. Semoga kita masih diberi kesehatan oleh Allah untuk bisa terus menyebar dakwah, meskipun hanya lewat tulisan. Anggap saja ini sebagai amal jariyah.

Wassalamu’alaykum, Ukhti….


Sleman, 27 Ramadhan 1432 H

Share:

0 komentar:

Posting Komentar